Keyh para pembaca sekalian, kali ini saya akan mengupas habis2an kisah singkat sarat penuh dengan makna bertajuk pengalaman pribadi saya. Kisah ini merupakan kisah seorang pengembara yang merantau jauh di negeri orang. Sebut saja Aku.
Aku adalah seorang gadis muda, luchu dan imut hasil dari hubungan kedua orang tuaku (yaiyalah!!). Umurku waktu itu kerap 18 tahun, maklum lagi polos2nya sama lucu2nya. Genap menginjakkan kaki di tahun 2008 dan aku dinyatakan lulus SMA dengan nilai pas2n. Bingung hinggap dalam setiap lamunanku. Rencana setelah lulus SMA sudah tersusun. Ga kebayang sebentar lagi aku bakalan jadi anak kuliahan!. Sungguh senang bercampur aduk saat itu. Aku tidak pernah bingung masalah biaya untk kulliahku karena tabungan telah disediakan sampai tiba suatu problematika keluarga yang sangat tidak bisa dibendung lagi. Masalah itu melanda serta menggerogoti sendi2 persediaan ekonomi keluarga, hingga biaya pendidikanku ludes sudah. Harapan tetap ada di hati, meski impossible banget.
Hingga pengumuman SNMPTN-pun tersebar, aku lulus, aku diterima walau di pilihan kedua-ku, impianku kuliah di PTN di depan mata, namun semua luruh. Tiba2 aku teringat akan hasil test-ku untuk mengikuti program Kuliah Gratis di salah satu kampus barangkali, waktu itu aku belum terlalu menyusurinya, aku cuma sekedar ikut2an saja. Aku pun lulus dari beberapa tahapnya. Konflik batin melandaku kala itu. Semua bercampur jadi satu, antara bingung, sedih, senang, entahlah…
Beberapa tahapan pun kulalui, hingga pada tahap akhir yaitu wawancara, ketika itu aku masih memikirkan impianku di PTN. Mungkinkah akan terwujud. Pilihan ada di tangan. Semua kuserahkan padaNYA. Hingga satu jawaban kudapat, keyakinan dihatiku, ya esok aku harus berangkat bersama ibuku menghadiri wawancara dikampus gratis tersebut. Aku urungkan niatku untuk menuju PTN impian.
Aku lulus, dan aku diterima. Setelah aku susuri setiap prosesnya dan mengikuti MOM aku baru tau bahwa kampus itu bernama BogorEduCARE, aku nge-kost di Bogor, seorang diri.
Awal mula aku disini, aku begitu asing berada disini, bahkan aku tak tau apa yang akan aku lakukan disini, aku benar2 tidak tau! Semua itu membuat tekanan batin dalam diriku, sehingga aku menjadi seseorang pembenci. Aku benci pada setiap orang. Aku masih menganggap bahwa semua ini merupakan refleksi dari problem tersebut. Aku menjadi seseorang yang “jutek”, mungkin mereka menganggapku lebih dari sekedar itu. Aku tidak peduli dengan pandangan setiap orang pada diriku, toh ini adalah diriku yang sesungguhnya. Baik ataupun buruk, it’s the real me!
Saat itu aku hidup dalam kesendirian, kegiatanku tidak lain hanyalah kampus kemudian diam di kost-an. Aku tidak punya teman, aku tidak kenal siapa2 disini kecuali para dosen, teman2 se-kostanku dan teman2 sekelasku. Ya begitulah aku, aku tidak ingin menawarkan diriku untuk mengenal orang lain, itu adalah sifat idealisku.
Semua mulai berubah seiring dengan berlangsungnya masa pendidikan di BEC. Aku pikir kuliah disini boleh sesuka hatiku, tapi disini sangat2 beda. Attitude, itu yang membuat aku berubah 180′,hanya dalam kurun waktu 2 sampai 3 bulan. Great!!!, refleksinya adalah aku yang sekarang, segala baju kesombongan telah kulepaskan. Aku akan menjadi sebaik2, baik bagi diriku ataupun orang lain.
BEC merupakan satu2nya kampus yang bukan sekedar kampus. Bukan hanya mata kuliah dan IP besar targetnya. Namun sebuah kata luar biasa, Attitude! Aku belajar banyak hal disini, tentang kepercayaan diri, keyakinan, persahabatan, persaudaraan, arti berbagi, kerjasama, there’s nothing impossible! Seorang aku yang sangat2 tidak menyukai dan tidak bisa bahasa Inggris disini harus menelan bulat2 semua itu, secara BEC is the place where English improve our live getohh, , semua yang aku benci dulu, kini hidup menghiasi hari2ku.
Aku suka semua itu, aku mencintai hidupku. Aku menyukai ini semua, teman2 yang bersanding menghiasi hidupku, para sahabat tempatku berbagi, my lovely family in Kalbec 7, para dosen tercinta serta personel of Omesh member. Aku sangat bersyukur akan semua ini, bahkan aku sangat mensyukuri akan problem dulu yang membawaku hingga kesini. Inilah jika Allah telah berkehendak, semua akan terasa luar biasa.
Dan satu hal yang ga akan aku lupa adalah para dosen2 kami tercinta. Beliau2 adalah orang2 yang sangat luar biasa dimataku, Beliau2 berbeda dengan teacher pada umumnya, cara mengajar serta sikap mereka yang meninggalkan banyak kesan. Mulai dari Mam Eka yang unik abis cara ngajarnya, miz Chusy yang narsis, ada juga mam Linda sing ayu tenan, terus mis Widhi yang penuh dengan kejutan, ada juga K’Angga yang suka presentasi begituan, terus P’Fajar yang melankolis abis, ada juga Pa Dian yang suka aneh2, P’Adi yg diam2 menghanyutkan, mis Yulie,,(hadduh jd kepikiran grammar!), Dan para penghuni BEC lainnya, K’Sidik yang suka wara-wiri, P’Bio.. Trus anak2 BEC juga unik2, yaiyalah Mahasiswa mana yang dikasih keyboard rusak sama komputer rusak anteng2 ajah, trus mahasiswa mana yang suka ngelembur ampe pagi ambil paket ampe mampus di warnet babeh,,cuma disini chuyy,,
Dan cuma disini yang tugasnya mantaaabhh..
wwuuh banyak dehh ga bisa disebutin satu2.
Hehe, ga lupa disini banyak yg cinlok lho,, hayooo.. memang peri cinta selalu mengepakkan sayap2nya dimana2(halah,,)
Duuh ga cukup niii, gampangg,, tinggal sms aja kalo mau tanya langsung juga boleh,heheh,,,
Siiphhh,, next time disambung lagi yaaa,,,
Byeee…
Luph u all..


hidup memang penuh perjuangan
ada kalanya suka dan duka
semua yang kita miliki saat ini(harta,kecantikan,dll) nanti pasti tak ada harganya.
ketika kita mati……
semua itu takkan bisa kita bawa.